Rabu, 13 Oktober 2021

Sejarah Islam di Nusantara Sejak Abad ke-7 Masehi




Dicopy dari:

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ridwan Saidi, Politisi Senior, Sejarawab, Budayawan Betawi.


Kitab resmi sejarah Indonesia berujar, Islam masuk Indonesia abad XV dibawa pedagang Gujarat. Bukti dan jejak tak ada. Sejarawan lokal bole mungut omongan ini dari sejarawan bule. Pokoke wong Londo mesti benar..!

Bukti Islam telah masuk Indonsia pada abad VII M.

1. Prasasti Kebon Raja Bogor, prasasti Tuk Mas, nisan Troloyo, Nisan Banggai, koin mas dan Jambia Lamuri, masjid atap terbuka Malangka, Luwu, Mihrab Jakarta. Itu semua dari abad VII M.

2. Abad XI M sudah ada kerajaan Islam Tidore dan abad XIII M Raja Merah Silu atau Malikus Salih mendirikan kerajaan Islam Samudra Pasai.

3. Dua teks syahadat ada di prasasti Kebon Raja abad VII M juga abad VII M. Teks syahadat juga ada di nisan Troloyo.

4. Layth Abu Nashr Samarkandi menulis dua kitab tentang doa-doa dan tentang fiqih ada di British Library. Ia menulis di Jakarta dan wafat dan dimakam di Jakarta pada 983 M.

5. Masjid telah berdiri pada abad  VII M di Sunda Kalapa (kini tersisa mihrab), di masjid Banten (tersisa mihrab, plaza untuk sembayang, dan menara),  Kudus (menara), di Luwu ada masjid tanpa atap.

6. Abad X M berdiri masjid kaum Saman di Simeleu dan pulau Keylor, di Kepulauan Seribu.

7. Kedatangan penyebar Islam yaitu Arab, Basrah Iraq, dan Saman Persia dilaporkan relief Borobudur yang didirikan pebisnis kaucasia yang rampung pada abad XI M.

8. Adapun orang Gujarat sendiri yang dijagokan sebagai penyebar Islam di sini, baik abad XV atau abad-abad sesudahnya, tidak meyakinkan. Dalam parameter kekuatan ekonomi mereka tidak dapat pikul tugas yang dibebankan oleh sejarahwan Belanda dan Indonesia untuk datang ke sini dan sebarkan Islam.

Share this post:  

0 komentar: